Membedah Materi dan Menguasai Soal: Contoh Soal IPA Kelas 7 Bab 2 yang Mendalam
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas 7 membuka gerbang pengetahuan yang luas mengenai dunia di sekitar kita. Salah satu bab krusial yang sering kali menjadi fondasi pemahaman siswa adalah Bab 2, yang biasanya membahas tentang Zat dan Perubahannya. Bab ini tidak hanya memperkenalkan konsep dasar materi, tetapi juga bagaimana materi tersebut berinteraksi dan berubah, membentuk fenomena alam yang kita amati sehari-hari.
Memahami materi ini secara mendalam sangat penting, bukan hanya untuk menghadapi ujian, tetapi juga untuk membangun rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir kritis. Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas contoh-contoh soal IPA Kelas 7 Bab 2, lengkap dengan penjelasan mendalam yang akan membantu Anda tidak hanya menghafal jawaban, tetapi benar-benar memahami konsep di baliknya.
Mengapa Bab 2 Begitu Penting?

Bab tentang Zat dan Perubahannya adalah batu loncatan untuk banyak topik IPA selanjutnya. Memahami perbedaan antara zat tunggal dan campuran, sifat fisika dan kimia, serta jenis-jenis perubahan (fisika dan kimia), akan memudahkan Anda dalam mempelajari bab-bab berikutnya yang mungkin membahas tentang unsur, senyawa, molekul, atau bahkan konsep energi dan reaksi kimia sederhana.
Struktur Bab 2 yang Umum Ditemui:
Sebelum masuk ke soal, mari kita ingat kembali sub-topik utama yang biasanya tercakup dalam Bab 2 IPA Kelas 7:
- Pengertian Zat dan Jenis-jenis Zat: Zat tunggal (unsur dan senyawa) dan campuran (homogen dan heterogen).
- Sifat-sifat Zat: Sifat fisika (titik didih, titik leleh, massa jenis, warna, bau, dll.) dan sifat kimia (kereaktifan, mudah terbakar, korosif, dll.).
- Perubahan Zat: Perubahan fisika (perubahan wujud) dan perubahan kimia (terjadinya zat baru).
- Metode Pemisahan Campuran: Filtrasi, decantasi, sentrifugasi, evaporasi, destilasi, sublimasi, kromatografi.
Mari kita mulai menjelajahi contoh soal dan pembahasannya!
>
Contoh Soal dan Pembahasan Mendalam
Soal 1: Identifikasi Jenis Zat
Perhatikan daftar benda berikut:
a. Gula pasir
b. Air murni
c. Udara
d. Besi
e. Air garam
f. Pasir dalam air
Berdasarkan daftar di atas, kelompokkan benda-benda tersebut ke dalam zat tunggal dan campuran. Kemudian, jelaskan alasan pengelompokan Anda!
Pembahasan:
Untuk menjawab soal ini, kita perlu memahami definisi zat tunggal dan campuran.
- Zat Tunggal: Zat yang hanya terdiri dari satu jenis materi. Zat tunggal dapat berupa unsur (tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa, contoh: besi, oksigen) atau senyawa (terbentuk dari dua unsur atau lebih yang terikat secara kimia dengan perbandingan massa tertentu, contoh: air (H₂O), gula (C₁₂H₂₂O₁₁)).
- Campuran: Gabungan dari dua zat atau lebih yang masih memiliki sifat zat asalnya dan dapat dipisahkan secara fisika. Campuran terbagi menjadi homogen (komponen-komponennya tercampur sempurna, tidak terlihat batas antar komponennya, contoh: larutan garam) dan heterogen (komponen-komponennya tidak tercampur sempurna, masih terlihat batas antar komponennya, contoh: campuran pasir dan air).
Mari kita analisis satu per satu:
- a. Gula pasir: Gula pasir adalah senyawa kimia (sukrosa, C₁₂H₂₂O₁₁). Meskipun terlihat seperti butiran, setiap butirannya adalah senyawa yang sama. Jadi, gula pasir termasuk zat tunggal (senyawa).
- b. Air murni: Air murni terdiri dari molekul H₂O saja. Air adalah senyawa yang terbentuk dari hidrogen dan oksigen. Jadi, air murni termasuk zat tunggal (senyawa).
- c. Udara: Udara adalah campuran gas-gas seperti nitrogen (N₂), oksigen (O₂), argon (Ar), karbon dioksida (CO₂), dan gas lainnya. Komponen-komponen ini tidak terikat secara kimia, dan perbandingannya bisa sedikit bervariasi. Udara termasuk campuran homogen karena komponen-komponen gasnya tercampur sempurna.
- d. Besi: Besi adalah unsur logam yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana dengan cara kimia biasa. Jadi, besi termasuk zat tunggal (unsur).
- e. Air garam: Air garam adalah campuran antara air (H₂O) dan garam (NaCl). Garam larut sempurna dalam air, sehingga batas antar keduanya tidak terlihat. Air garam termasuk campuran homogen.
- f. Pasir dalam air: Pasir tidak larut dalam air. Kita masih bisa melihat butiran pasir terpisah dari air. Jadi, pasir dalam air termasuk campuran heterogen.
Jawaban:
Zat Tunggal:
- Gula pasir (senyawa)
- Air murni (senyawa)
- Besi (unsur)
- Alasan: Masing-masing hanya terdiri dari satu jenis molekul atau atom yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat yang lebih sederhana melalui cara kimia biasa (untuk unsur) atau sudah merupakan kombinasi kimia tetap (untuk senyawa).
Campuran:
- Udara (campuran homogen)
- Air garam (campuran homogen)
- Pasir dalam air (campuran heterogen)
- Alasan: Terdiri dari dua zat atau lebih yang masih mempertahankan sifat zat asalnya dan dapat dipisahkan secara fisika. Udara dan air garam adalah campuran homogen karena komponennya tercampur sempurna, sedangkan pasir dalam air adalah campuran heterogen karena komponennya tidak tercampur sempurna.
>
Soal 2: Membedakan Sifat Fisika dan Kimia
Jelaskan perbedaan antara sifat fisika dan sifat kimia suatu zat! Berikan masing-masing dua contoh sifat fisika dan dua contoh sifat kimia untuk zat air (H₂O) dan zat besi (Fe)!
Pembahasan:
Memahami sifat fisika dan kimia sangat fundamental dalam mengamati dan memprediksi perilaku materi.
- Sifat Fisika: Sifat yang dapat diamati atau diukur tanpa mengubah komposisi atau identitas zat tersebut. Sifat fisika berhubungan dengan penampilan luar dan karakteristik fisik suatu zat.
- Sifat Kimia: Sifat yang berkaitan dengan kemampuan suatu zat untuk mengalami perubahan kimia dan membentuk zat baru. Sifat kimia hanya dapat diamati ketika zat tersebut bereaksi dengan zat lain atau mengalami perubahan komposisi.
Sekarang, mari kita aplikasikan pada air (H₂O) dan besi (Fe):
Air (H₂O):
Sifat Fisika Air:
- Titik Didih: Air mendidih pada suhu 100°C (pada tekanan standar). Pengukuran ini tidak mengubah air menjadi zat lain, hanya wujudnya dari cair menjadi gas (uap air).
- Warna: Air murni tidak berwarna. Pengamatan warna ini tidak mengubah komposisi H₂O.
- Contoh lain: Titik leleh (0°C), massa jenis (sekitar 1 g/cm³), wujud (cair pada suhu ruang).
Sifat Kimia Air:
- Bereaksi dengan logam alkali: Air bereaksi hebat dengan logam alkali seperti natrium (Na) membentuk natrium hidroksida (NaOH) dan gas hidrogen (H₂). Reaksi ini menghasilkan zat baru.
- Dapat dielektrolisis: Air dapat diuraikan menjadi unsur hidrogen (H₂) dan oksigen (O₂) melalui proses elektrolisis. Ini adalah perubahan kimia karena komposisi air berubah.
- Contoh lain: Sifatnya sebagai pelarut yang baik (meskipun ini bisa diperdebatkan apakah murni fisika atau kimia, tetapi sering dikategorikan fisika karena tidak membentuk zat baru).
Besi (Fe):
Sifat Fisika Besi:
- Warna: Besi berwarna abu-abu keperakan. Pengamatan warna ini tidak mengubah besi menjadi unsur lain.
- Titik Leleh: Besi meleleh pada suhu yang sangat tinggi, sekitar 1538°C. Pengukuran ini hanya mengubah wujud besi dari padat menjadi cair.
- Contoh lain: Massa jenis, kekerasan, kemagnetan.
Sifat Kimia Besi:
- Kereaktifan terhadap oksigen (korosi/karat): Besi bereaksi dengan oksigen di udara dan air membentuk karat (besi oksida, Fe₂O₃·nH₂O). Terbentuknya karat adalah bukti adanya perubahan kimia karena komposisi besi berubah.
- Bereaksi dengan asam: Besi bereaksi dengan asam seperti asam klorida (HCl) menghasilkan besi(II) klorida (FeCl₂) dan gas hidrogen (H₂). Reaksi ini membentuk zat baru.
- Contoh lain: Reaksi dengan belerang pada suhu tinggi.
Jawaban:
Perbedaan mendasar antara sifat fisika dan sifat kimia adalah apakah pengamatan atau pengukuran sifat tersebut menyebabkan perubahan komposisi zat. Sifat fisika dapat diamati tanpa mengubah zat, sedangkan sifat kimia hanya dapat diamati ketika zat tersebut mengalami reaksi kimia dan membentuk zat baru.
Air (H₂O):
- Sifat Fisika: Titik didih 100°C, tidak berwarna.
- Sifat Kimia: Bereaksi dengan logam alkali, dapat dielektrolisis.
Besi (Fe):
- Sifat Fisika: Warna abu-abu keperakan, titik leleh 1538°C.
- Sifat Kimia: Bereaksi dengan oksigen membentuk karat, bereaksi dengan asam.
>
Soal 3: Identifikasi Jenis Perubahan Zat
Manakah di antara peristiwa berikut yang merupakan perubahan fisika dan mana yang merupakan perubahan kimia? Jelaskan alasan Anda!
a. Air menguap menjadi uap air.
b. Kertas dibakar menjadi abu.
c. Gula dilarutkan dalam air.
d. Besi berkarat.
e. Garam menguap melalui proses sublimasi.
f. Telur direbus.
Pembahasan:
Perubahan zat merupakan inti dari bab ini. Kita perlu membedakan antara perubahan yang hanya mengubah bentuk atau wujud tanpa menghasilkan zat baru (fisika), dan perubahan yang menghasilkan zat baru dengan sifat yang berbeda (kimia).
- Perubahan Fisika: Perubahan wujud zat (padat, cair, gas), perubahan bentuk, ukuran, atau warna tanpa terbentuknya zat baru. Sifat zat asalnya tetap ada.
- Perubahan Kimia: Perubahan yang menghasilkan zat baru yang berbeda dari zat semula, baik dari segi komposisi maupun sifatnya. Ciri-ciri perubahan kimia seringkali meliputi: terbentuknya gas, terbentuknya endapan, perubahan warna yang drastis, atau perubahan suhu (panas/dingin).
Mari kita analisis setiap peristiwa Garengongko:
- a. Air menguap menjadi uap air: Air (H₂O) berubah wujud dari cair menjadi gas (uap air). Uap air ini tetap merupakan H₂O. Jika didinginkan, uap air akan kembali menjadi air. Tidak ada zat baru yang terbentuk. Ini adalah perubahan fisika.
- b. Kertas dibakar menjadi abu: Kertas terbuat dari selulosa. Ketika dibakar, selulosa bereaksi dengan oksigen menghasilkan karbon dioksida (CO₂), uap air, dan abu (residu karbon serta senyawa lain). Abu memiliki sifat yang sangat berbeda dari kertas. Terbentuk zat baru. Ini adalah perubahan kimia.
- c. Gula dilarutkan dalam air: Gula larut dalam air membentuk larutan gula. Gula masih bisa diperoleh kembali dari larutan ini melalui proses evaporasi (penguapan air). Sifat manis gula masih terasa dalam larutan. Tidak ada zat baru yang terbentuk. Ini adalah perubahan fisika.
- d. Besi berkarat: Besi bereaksi dengan oksigen dan air membentuk besi oksida (karat). Karat memiliki komposisi dan sifat yang berbeda dari besi murni. Terbentuk zat baru. Ini adalah perubahan kimia.
- e. Garam menguap melalui proses sublimasi: Garam (natrium klorida, NaCl) dalam kondisi tertentu dapat berubah langsung dari padat menjadi gas tanpa melalui wujud cair. Zat yang terbentuk tetap NaCl. Jika didinginkan, ia akan kembali menjadi padat. Tidak ada zat baru yang terbentuk. Ini adalah perubahan fisika.
- f. Telur direbus: Protein dalam telur mengalami denaturasi akibat panas. Struktur protein berubah secara permanen, menyebabkan telur menjadi padat dan berubah warna. Meskipun strukturnya berubah, komposisi kimianya secara keseluruhan tidak berubah menjadi zat yang sama sekali berbeda (misalnya, tidak menjadi air atau gas CO₂). Namun, karena perubahan ini bersifat permanen dan mengubah sifat biologisnya secara signifikan, banyak yang mengklasifikasikannya sebagai perubahan kimia karena terjadi perubahan struktur molekul yang tidak dapat dibalik dengan mudah. Dalam konteks kurikulum dasar, ini sering dianggap sebagai perubahan kimia karena adanya perubahan yang tidak mudah dikembalikan.
Jawaban:
Perubahan Fisika:
- a. Air menguap menjadi uap air. (Perubahan wujud)
- c. Gula dilarutkan dalam air. (Pelarutan, sifat gula masih ada)
- e. Garam menguap melalui proses sublimasi. (Perubahan wujud)
- Alasan: Tidak terbentuk zat baru, hanya wujud atau bentuk yang berubah.
Perubahan Kimia:
- b. Kertas dibakar menjadi abu. (Terbentuk zat baru: abu, gas CO₂, dll.)
- d. Besi berkarat. (Terbentuk zat baru: besi oksida)
- f. Telur direbus. (Perubahan struktur protein yang permanen, menghasilkan zat dengan sifat baru yang tidak mudah dikembalikan)
- Alasan: Terbentuk zat baru dengan sifat yang berbeda dari zat semula, sering disertai ciri-ciri perubahan kimia.
>
Soal 4: Penerapan Metode Pemisahan Campuran
Seorang siswa diminta untuk memisahkan Link Garengongko campuran antara serbuk besi, garam dapur, dan pasir. Jelaskan langkah-langkah yang dapat dilakukan siswa tersebut untuk memisahkan ketiga komponen ini menggunakan metode pemisahan yang tepat!
Pembahasan:
Soal ini menguji pemahaman siswa tentang berbagai metode pemisahan campuran dan bagaimana menerapkannya secara logis. Kunci utama adalah mengetahui sifat masing-masing komponen:
- Serbuk besi: Bersifat magnetik.
- Garam dapur (NaCl): Larut dalam air.
- Pasir: Tidak larut dalam air.
Mari kita rancang langkah-langkahnya:
Langkah 1: Memisahkan Besi menggunakan Sifat Magnetiknya
- Metode: Magnetisasi
- Cara: Dekatkan magnet pada campuran serbuk besi, garam, dan pasir. Serbuk besi akan menempel pada magnet karena sifatnya yang magnetik, sementara garam dan pasir tidak akan tertarik oleh magnet. Pisahkan serbuk besi yang menempel pada magnet dari campuran lainnya.
- Hasil: Serbuk besi terpisah. Tersisa campuran garam dan pasir.
Langkah 2: Memisahkan Garam dari Pasir menggunakan Sifat Kelarutannya dalam Air
- Metode: Pelarutan dan Filtrasi
- Cara: Tambahkan air ke dalam campuran garam dan pasir. Aduk hingga garam larut sempurna dalam air (membentuk larutan garam). Pasir tidak akan larut.
- Hasil: Terbentuk larutan garam dan endapan pasir.
Langkah 3: Memisahkan Pasir dari Larutan Garam
- Metode: Filtrasi (Penyaringan)
- Cara: Tuangkan campuran larutan garam dan pasir melalui kertas saring yang diletakkan di corong. Pasir yang tidak larut akan tertahan di kertas saring (sebagai residu), sedangkan larutan garam akan melewati kertas saring (sebagai filtrat).
- Hasil: Pasir terpisah dari larutan garam.
Langkah 4: Memisahkan Air dari Garam
- Metode: Evaporasi (Penguapan) atau Destilasi (jika ingin mendapatkan air murni kembali)
- Cara (Evaporasi): Panaskan larutan garam hingga air menguap sepenuhnya. Kristal garam akan tertinggal di wadah.
- Cara (Destilasi): Gunakan alat destilasi. Panaskan larutan garam. Uap air akan naik, kemudian didinginkan di kondensor dan dikumpulkan sebagai air murni di wadah lain. Garam akan tertinggal di labu destilasi.
- Hasil: Kristal garam murni (jika evaporasi) atau air murni dan kristal garam (jika destilasi).
Jawaban:
Urutan pemisahan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
- Magnetisasi: Gunakan magnet untuk menarik serbuk besi dari campuran.
- Pelarutan: Tambahkan air ke dalam sisa campuran (garam dan pasir). Aduk hingga garam larut.
- Filtrasi: Saring campuran untuk memisahkan pasir yang tidak larut dari larutan garam.
- Evaporasi (atau Destilasi): Panaskan larutan garam untuk menguapkan air dan mendapatkan kristal garam murni. Jika diinginkan air murni, gunakan metode destilasi.
>
Penutup
Memahami contoh soal seperti di atas akan memberikan gambaran yang jelas tentang bagaimana materi Bab 2 IPA Kelas 7 diujikan. Ingatlah bahwa kunci utama adalah memahami konsep dasar di balik setiap pertanyaan. Jangan ragu untuk terus berlatih, membaca ulang materi, dan bertanya jika ada yang belum jelas. Dengan pemahaman yang kuat tentang zat dan perubahannya, Anda akan siap menghadapi tantangan IPA selanjutnya dengan percaya diri!
>